Peningkatan Kualitas Apoteker di tengah Pandemi
Bandung, Jawa Barat – Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian (PUI-IPK) Universitas Padjadjaran telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Farmasi Klinik bagi Apoteker Puskesmas se-Wilayah Banten pada hari Sabtu dan Minggu, 19-20 Desember 2020. Kegiatan ini merupakan Kerjasama PUI-IPK dengan Pengurus Daerah IAI Banten. Sebanyak 80 Apoteker perwakilan dari puskesmas di wilayah Banten mengikuti kegiatan pelatihan.
Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Bapak Apt. Ahmad Sofan selaku ketua PD IAI Banten. Beliau berharap agar pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi apoteker di puskesmas. “Guna meningkatkan peran Apoteker di Puskesmas maka dari itu kami, PD IAI Banten dengan dana hibah dari provinsi Banten, melakukan pelatihan farmasi klinik untuk meningkatkan kompetensi Apoteker di puskesmas.” Ujar dari Bapak Apt. Ahmad Sofan.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Prof. Dr. Apt. Ajeng Diantini, M.Si., selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Ibu Dekan mengatakan bahwa materi yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian apoteker di Provisi Banten. “Semua materi yang disampaikan hari ini akan sangat bermanfaat untuk peningkatan kompetensi dan juga peningkatan pelayanan kefarmasian dari para apoteker di Provinsi Banten untuk masyarakat disana.” Ujar Ibu Ibu Prof. Dr. Apt. Ajeng Diantini, M.Si.
Terakhir sambutan dan pembukaan acara secara resmi diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ibu Dr. dr. Hj Ati Pramudji Hastuti, MARS.
“Peran apoteker sangatlah dibutuhkan di fasilitas pelayanan Kesehatan dalam memberikan pelayanan kefarmasian sebagai salah satu tenaga Kesehatan yang professional, tetapi kondisinya sekarang masih banyak puskesmas di Banten belum memiliki Apoteker. Tugas yang berhubungan dengan obat belum dilakukan oleh apoteker. Selain itu, dengan perubahan paradigma telah berubah dari drugoriented menjadi patient oriented, sudah seharusnya pelayanan kefarmasian di puskesmas dilakukan oleh Apoteker dalam mewujudkan patient safety. Saya juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh yang tentunya sangat bermakna dan bermanfaat buat kemajuan pelayanan Kesehatan di provinsi banten.” Ujar Ibu Dr. dr. Hj Ati Pramudji Hastuti, MARS
Pelatihan dimulai dengan pemberian materi Pelayanan Kefarmasian di Masa Pandemi oleh Apt. Iis Rukmawati, M.MKes., kemudian dilanjutkan dengan materi Pengobatan Rasional berdasarkan Bukti yang disampaikan oleh Apt. Ivan Surya Pradipta, Ph.D. Selanjutnya, materi mengenai penatalaksanaan hipertensi diberikan oleh Apt. Dika Pramita Destiani, M.Farm. Acara hari pertama ditutup dengan review materi oleh peserta.
Dihari kedua, peserta mempresentasikan hasil analisis studi kasus penatalaksanaan hipertensi. Kemudian diberikan materi Konseling oleh Ibu Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, M.Si. yang dilanjutkan dengan roleplay konseling. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba memberikan konseling kepada pemeran standar yang telah disediakan. Di akhir acara, ketua himpunan farmasi di puskesmas memberikan penjabaran mengenai rencana tindak lanjut setelah kegiatan pelatihan ini. Acara kemudian ditutup oleh ketua Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian, Ibu Apt. Irma Melyani Puspitasari, Ph.D.







