Pusat Studi Pengembangan Pelayanan Kefarmasian (Pusdi PPK) merupakan media dan sarana untuk melaksanakan praktek kefarmasian yang terbaru berorientasi pada Pharmaceutical Care dan implementasi kebijakan pemerintah. Selain pelayanan yang berbasis pendidikan, Pusdi PPK juga didukung oleh adanya fasilitas Apotek dan Klinik Pendidikan Unpad-Kimia Farma yang merupakan wahana penelitian bersama bagi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Kimia Farma, dan Fakultas Kesehatan lainnya di lingkungan Universitas Padjadjaran.

Program Pusdi PPK meliputi pelayanan kefarmasian seperti pelatihan farmasi klinik dasar, farmasi klinik lanjutan (tematik), pekerjaan teknis kefarmasian, pengembangan dan validasi kuisioner dan tailor made workshop. Kemudian kegiatan penelitian meliputi tema-tema seperti kepuasan pasien terhadap pelayanan apoteker, swamedikasi, drug supply, coaching penelitian dan analisis observasional, analisis pelayanan kefarmasian menggunakan patient indicator dan skrining serotipe HPV pada wanita sehat di kota Bandung. Kemudian kegiatan yang berorientasi pada seminar kesehatan meliputi kegiatan seperti cara penggunaan antibiotik, cara menyimpan obat, dapatkan gunakan simpan dan buang (dagusibu), interaksi obat dan makanan, wanita sehat tanpa kanker, apoteker cilik dan cara belajar insan aktif.

Pusdi PPK selain melaksanakan kegiatan sesuai dengan program yang disusun juga menerima permintaan pelatihan-pelatihan yang berorientasi pada pelayanan praktek kefarmasian. Untuk menunjang kebutuhan pelaksanaan pelatihan, Pusat Studi Pengembangan Pelayanan Kefarmasian bekerjasama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Bandung dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta sehingga menunjang proses administrasi dalam pemberian sertifikasi pelatihan yang dibutuhkan oleh peserta.