Pengobatan sendiri (self medication) merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit, sebelum mereka memutuskan mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan/ petugas kesehatan. Lebih dari 60 % masyarakat mempraktekkan self-medication ini, dan lebih dari 80 % di antara mereka mengandalkan obat modern.

Apabila dilakukan dengan benar, maka self-medication merupakan sumbangan yang sangat besar bagi pemerintah, terutama dalam pemeliharaan kesehatan secara nasional. Untuk melakukan self-medication secara benar, masyarakat mutlak memerlukan informasi yang jelas dan dapat dipercaya, dengan demikian penentuan jenis dan jumlah obat yang diperlukan harus berdasarkan kerasionalan. Pelaku self-medication dalam ”mendiagnosis” penyakitnya, harus mampu :

  1. Mengetahui jenis obat yang diperlukan.
  2. Mengetahui kegunaan dari tiap obat, sehingga dapat mengevaluasi sendiri perkembangan rasa sakitnya.
  3. Menggunakan obat secara benar (cara, aturan, lama pemakaian) dan mengetahui batas kapan mereka harus menghentikan self medication yang kemudian segera minta pertolongan petugas kesehatan.
  4. Mengetahui efek samping obat yang digunakan sehingga dapat memperkirakan apakah suatu keluhan yang timbul kemudian, merupakan suatu penyakit baru atau efek samping obat.
  5. Mengetahui siapa yang tidak boleh menggunakan obat tersebut, terkait dengan kondisi seseorang.

Berdasarkan landasan yang dikemukakan diatas, maka secara berkala Pusat Studi Pengembangan Pelayanan Kefarmasian bekerja sama dengan Kimia Farma dalam menyelenggarakan kegiatan Seminar Cara Belajar Insan Aktif (CBIA). Kegitan ini penting untuk dilaksanakan mengingat perlunya masyarakat mengenal golongan obat, penggunaan obat dan memilih obat yang tepat untuk pengobatan diri sendiri.

Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) atau “community based interactive approach” merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat digunakan dalam mengedukasi masyarakat untuk memilih dan menggunakan obat yang benar pada swamedikasi. Melalui metode ini diharapkan masyarakat, terutama para ibu agar lebih aktif dalam mencari informasi mengenai obat yang digunakan oleh keluarga. Informasi tersebut dapat berguna antara lain agar dapat menggunakan dan mengelola obat di rumah tangga secara benar. Selain itu diharapkan agar tujuan self-medication dapat tercapai secara optimal. Sumber informasi produk tersebut dapat dicantumkan pada kemasan maupun package insert/brosur.

Untuk kedua kalinya kegiatan seminar CBIA ini dilaksanakan di fasilitas Apotek Pendidikan Unpad-KF pada tanggal 21 September 2017. Kegiatan ini berhasil diikuti oleh 24 orang peserta yang berasal dari lingkungan sekitar fasilitas Apotek Pendidikan Unpad-KF.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *